Workshop Wise Love Sex and Dating!

Pacaran yang bijaksana akan meningkatkan persentase keberhasilan dalam pernikahan dan secara alami mengurangi jumlah kegagalan-kegagalan.

Workshop Love Sex And Dating
TEMPAT : GBI PLAZA Depan CAREFOUR Terminal Bekasi
HARI/TGL : Jumat, 05 Februari 2010
JAM : 18.00 ~ Selesai
PEMBICARA : Pdp. Gideon Sihombing S.Th
TEMA : “To love and To be wise.”

“It is possible to love and to be wise.”

acara ini GRATIS! ajak PASANGANmu dan Sahabatmu!

Informasi :
021-92375710

Love Is Not Blind

Cinta itu tidak buta; Cinta yang buta adalah cinta yang sakit dan cinta yang sehat adalah cinta yang melihat. Cinta melihat ide-ide, melihat mimpi juga kenyataan, melihat potensi dan kelemahan didalam kita. Cinta yang melihat membawa hubungan menjadi sehat

-Gideon Sihombing-

Apakah Gereja?

“Kata “Gereja” diambil alih dari kata Igreja (Bahasa Portugis), yang berasal dari kata Yunani, Ekklesia artinya “dipanggil keluar”.  Kata Ekklesia terdiri dari kata “Ek” yang  artinya “out of” / “Keluar dari” dan “kaleo” yg artinya “to call” / “Dipanggil”.  Kata ekklesia digunakan pertama kali di dalam Mat. 16:18 “And I also say to you that you are Peter, and on this rock I will build My church (Ekklesia), and the gates of Hades shall not prevail against it. Didalam ayat ini kata church menggunakan kata Yunani “Ekklesia.” Sedangkan akata Ekklesia juga dapat berarti :

  1. a gathering of citizens called out from their homes into some public place, an assembly
  2. an assembly of Christians gathered for worship in a religious meeting
  3. a company of Christians, or of those who, hoping for eternal salvation through Jesus Christ, observe their own religious rites, hold their own religious meetings, and manage their own affairs, according to regulations  prescribed for the body for order’s sake (sabda.org)

Dari penjelasan asal kata Gereja diatas dapat disimpulkan:

1. Gereja (pada prioritas pertama) definisnya adalah “Orang yang percaya kepada Yesus yg telah dipanggil keluar dari kegelapan dan masuk kedalam terang.” Hingga anda dapat berkata kepada diri sendiri dan orang lain bahwa “saya adalah Gereja.”

2. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang telah dipanggil keluar dari kegelapan dengan Juru selamatnya Yesus Kristus.

Gereja bukanlah bangunannya meskipun kita menamai tempat ibadah orang kristen adalah Gereja. Gereja bukanlah aktivitas yang ada didalam gedung gereja, ornamen-ornamenya atau jabatan-jabatan didalam organisasi gereja. Karena meskipun gedung gereja tidak ada, perlatan musik didalam gedung tidak ada, kegiatan-kegiatan atau program-program gereja ditiadakan juga nama – nama jabatan (Pdt, penatua & diaken) didalam gereja dihapus gereja itu tetap ada. Karena Gereja itu adalah anda. Anda adalah gereja yang mempunyai tujuan yang sederhana yaitu Mengasihi Tuhan dan menhasihi sesama. Dan memilki misi: Menghubungkan yang tak terhubung dengan Kristus dan bersama-sama bertumbuh dalam persekutuan yang penuh dengan Dia. Dengan rencana yang sederhana : Bersekutu dengan Tuhan dengan melayani Dia lalu Bertumbuh didalam komunitas kecil dan Menghidupkan karunia yang Tuhan berikan di dalam kehidupan sehari-hari serta Membagikan kepada orang – orang yang belum mengenal Yesus. Ketika anda hidup seperti ini maka apa yang biasa kita lakukan didalam “gedung gereja” menjadi hidup sebagai gereja.

Apakah Gereja? Gereja adalah anda!

- Gideon Kristian  -

You Are Creative

Creativity day adalah kegiatan dimana murid-murid di tantang untuk menunjukan kekreativitasannya dalam menciptakan sesuatu atau memberikan ide yang baru.

Kalau kita mengerjakan segala sesuatu yang kita sanggup lakukan, maka kita akan betul-betul merasa kagum. – Thomas Alva Edison

Orang yang yakin akan segala hal, sehingga menaruh minat atas apa saja, tidak akan merosot semangat hidupnya. – Walter Yudd
Hari ini semua murid disekolah saya melaksanakan “Creativity Day” – Hari dimana setiap siswa memilki kesempatan untk menunjukan bahwa dirinya memiliki kemampuan. “Creativity day is yours, it’s a day to believe that you are creative or having the ability or power to create.” – Ps.Gideon Sihombing

30 tahun = Siap Bekerja dan Menghasilkan!

Ketika aku akan masuki umur 30 tahun tepatnya 1 januari Tuhan izinkan aku mengalami jatuh sakit, tetapi ketika keadaan lemah itu aku menyadari betapa Dia telah memelihara diriku selama 30 Tahun. Berbagai kelemahan yang membuat aku masuk rumah sakit telah dilewati bersama Tuhan satu persatu kelemahan tubuh DIA sembuhkan dan dipulihkan. Itu mengingatkanku akan janjinya bahwa Dia tetap megendongku sampai putih rambutku.

Dan Hari ini Umur ku 30 tahun, Tuhan juga ingatkan ku bahwa aku akan melakukan bagianku dalam RencanaNya yg besar sama seperti Yesus saat dibumi dimana “ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun.” Sejak saat itu Dia mengerjakan perkara-perkara ajaib, menghadirkan kerajaan Allah dan menyelesaikan pekerjaan BapaNya.

Aku selalu belajar bahwa proses pembentukan yang lebih lama lebih baik dari pada masuk kedalam sebuah pekerjaan dengan tangan dan hati yang tidak terlatih. Dan hal ini mengingatkanku akan Daud dimana alkitab menuliskan “Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah.” Padahal daud telah dipilih dan diurapi menjadi raja oleh Allah sejak masa remajanya. Namun Allah memiliki rencana yang lebih sempurna dari pemikiran manusia, Allah memasukan Daud kedalam proses pembentukan karakter seorang Raja. Dengan melalui pengasingan di padang gurun, pengejaran, usaha pembunuhannya, permusuhan saul, persahabatan dengan anak raja, pertempuran dengan Goliat, perkelahian dengan singa  dan terlebih dengan persahabatanya dengan Tuhan karakter Daud dibentuk untuk siap menjadi raja. Tangan dan Hatinya telah siap menjadi raja yang akan memerintah selama 40 tahun. Aku di umur 30 tahun ini sampai saat ini pernah belajar menghadapi dan menang dari kegagalan, permusuhan, kebencian, kejatuhan, kesederhanaan sebuah pelayanan, komunitas yang kecil, padang gurun kesendirian, padang gurun penolakan, padang gurun kemarahan, padang gurun kekecewaan, goliat ketidak mungkinan, goliat ketakutan dan intimidasi. Dan semua kuhadapi karena pesahabatanku dengan Roh Kudus dan doa sahabat-sahabatku agar aku siap untuk menyelesaikan bagian ku dalam Kerajaan Bapa. Bapa ini hidupku aku tau proses akan terus berlanjut sampai aku menjadi seperti yang KAU inginkan dan jadilah Kehenda Mu!

“Ini Hati ku, sentuh Hidupku

Dan ubahkan seperti yang kau inginkan.

Ini Roh ku, Sentuh hidupku

Ubahkan seperti yang Bapa Kehendaki

Menjadi seperti Yesus Tuhan!”

– Gideon Kristian Sihombing –

Everything I know I learned after I was thirty.
Georges Clemenceu
Read More…

Bagaimana Menjadi Teman bagi Korban Kekerasan Dalam Berpacaran


Kebanyakan remaja bicara tentang masalah mereka ke remaja yang lain atau teman sebayanya.
Jika seorang teman anda mengatakan kepada Anda hal-hal yang terdengar seperti hubungan nya adalah mengalami kekerasan
berikut adalah beberapa saran tentang cara-cara untuk membantu.

* Jangan abaikan tanda-tanda pelecehan. Berbicara dengan teman Anda.
* Ekspresikan keprihatinan Anda. Beritahu teman Anda Anda khawatir. Dukungan, jangan menilai.
* Tunjukkan kekuatan teman Anda – banyak orang dalam hubungan yang kasar tidak lagi mampu melihat kemampuan mereka sendiri dan karunia mereka..
* Doronglah teman Anda melepaskan emosinya kepada orang dewasa yang terpercaya. Menawarkan untuk pergi dengan teman untuk bantuan profesional.
* Cari tahu apa hukum di negara bagian Anda dapat melindungi teman dari pelaku tersebut.
* Jangan pernah menempatkan diri Anda dalam situasi yang berbahaya dengan orang yang menyaiti teman anda. Jangan mencoba untuk menengahi atau terlibat langsung.
* Panggil polisi jika Anda saksi sebuah kekerasan. Katakan orang dewasa – kepala sekolah, orangtua, bimbingan konselor, atau petugas sumber daya sekolah – jika Anda mencurigai adanya penyalahgunaan tetapi itu tidak melihatnya.

Sumber: www.troopers.state.ny.us

Cara Menghindari “Kekerasan Dalam Berpacaran” – KDB


Bentuk Kekerasan dalam berpacaran.
- Pelecehan Fisik : memukul / meninju, menendang, menampar, menggigit, mendorong, melempar benda, menahan atau mencegah mereka dari meninggalkan ruangan atau tempat tinggal.
- Pelecehan verbal dan penyalahgunaan Emosional : memberi nama ejekan; mengendalikan, mempermalukan atau perilaku cemburu tak beralasan , penghinaan; upaya untuk merusak harga diri.
- Pelecehan seksual : dipaksa atau ditekan untuk melakukan aktifitas seks.
- Ancaman : ancaman kekerasan, atau mengancam akan meninggalkan hubungan.
- Isolasi : upaya untuk mencegah pasangan dari menghabiskan waktu dengan orang lain dalam rangka untuk mengisolasi mereka dari teman-teman dan keluarga.
- Menganggu : Melakukan panggilan telepon, pesan teks atau komunikasi lainnya yang tidak diinginkan dan / atau berlebihan.

Berikut ini adalah tanda-tanda peringatan hubungan kasar.

Hati-hati jika pasangan anda:
* Memiliki pengalaman masalah disiplin
* Menyalahi pasangannya untuk kemarahannya sendri
* Pengguna narkoba atau alkohol
* Memilki Sejarah melakukan kekerasan
* Mengancam pasangan secara terus-menerus
* Penghinaan atau memberikan nama ejekan.
* Kesulitan mengendalikan perasaan-perasaan seperti marah
* Memberitahukan pasangan apa yang harus dikenakan,
apa yang harus dilakukan atau bagaimana harus bertindak (tanpa ada komunikasi atau pengertian)
* Mengancam atau mengintimidasi untuk mendapatkan yang diinginkan.
* Mencegah pasangan dari menghabiskan waktu dengan teman-teman atau keluarga mereka

Sumber : wikipedia

Keluar dari Zona nyaman


~ Hal yang tidak mungkin seringkali hanya belum pernah dicoba (Jim Goodwin)

Ketika saya melamar pekerjaan pimpinan bertanya kepada saya “Rumah kamu jauh dari kantor apa kamu sanggup?” Saya sempat menjawab dengan ragu “Saya pikirkan lagi”, tetapi pimpinan itu berkata “Jika anda tidak sanggup kita akhiri interview ini.” Pernyataan pimpinan itu membuka pikiran dan saya pun menjawab “Baik saya bisa” dan pekerjaan pun saya dapatkan. Saya belajar “diperlukan keberanian untuk keluar dari zona nyaman”.

~ Adalah suatu hal yang tak dapat dipungkiri, bahwa setiap orang mempunyai batas-batas kesanggupan dalam bertindak, tetapi ia tidak tahu sampai dimana batas – batas kesanggupannya, sebelum dicobanya dengan segala daya upaya dan seluruh tenaganya (Dale Carnegie)

- Gideon Kristian -

Tahun 2009, Kasus Kekerasan dalam Pacaran Meningkat

Jakarta – Tidak hanya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) saja yang meningkat pada tahun 2009 lalu. Jumlah kasus kekerasan dalam pacaran pun ikut bertambah dibandingkan tahun 2008. Duh!

“Untuk kekerasan dalam pacaran tidak jauh berbeda dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga. Mereka hanya berbeda pada statusnya saja,” kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH Apik) Hestu Rahmifanani.

Hal itu dikatakan dia saat menyampaikan “Catatan Akhir Tahun 2009 Perjalanan LBH Apik” di Jakarta Media Center (JMC), Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2009).

Menurut Hestu, selama tahun 2009 kemarin, LBH Apik menerima pengaduan dan pendampingan sebanyak 1.058 kasus, meningkat 205 kasus dari tahun sebelumnya. Kasus itu terbagi menjadi KDRT (657 kasus), pasca perceraian (99 kasus), perdata (92 kasus), dan kekerasan dalam pacaran (56 kasus).

Untuk kasus kekerasan dalam pacaran, jelas Hestu, jumlahnya kembali meningkat setelah turun pada 2008, yakni 12 kasus. Bentuknya antara lain kekasih yang menghilang tanpa kabar setelah berhubungan seksual, pelaku tidak mau dimintai pertanggungjawaban atas kehamilan pasangannya, dan pihak perempuan dijadikan sebagai tumpuan ekonomi.

“Dengan meningkatnya grafik kekerasan dalam pacaran menjadi keprihatinan kita. Untuk masalah ini kita perlu penanganan serius,” ucapnya.

Hestu mengatakan, KUHP tidak memberi perlindungan yang cukup untuk kasus-kasus kekerasan dalam pacaran, sebab belum ada pasal-pasal yang mengatur. Akibatnya, korban seringkali terkendala ketika ingin menyelesaikan kasus yang dialaminya melalui proses hukum.

“Korban semakin terkendala ketika kekerasan yang dilaporkan berawal dari hubungan suka sama suka. Akhirnya kasus-ksus kekerasan dalam pacaran yang ditangani LBH Apik tidak satu pun yang diproses hukum. Mereka lebih memilih dengan cara mediasi,” terang Hestu.

Untuk itu, LBH Apik melihat perlunya instrumen hukum yang memberikan jaminan kepastian hukum bagi korban, yaitu dengan menginisiasi RUU Kekerasan Seksual yang saat ini telah masuk daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2010. LBH Apik juga mendorong kasus-kasus dalam kekerasan berpacaran ini untuk diakomodir dalam RUU KUHP dan RUU KUHAP yang juga telah masuk Prolegnas. (irw/iy) – - Lia Harahap – detikNews

sumber: detiknews.com

SHALOM, Doakan Saya bisa maen Keyboard!

“SHALOM”. Tiba2 inget teman namanya Budi (disamarkan) dia adalah anak yg punya kelemahan autisme, punya kebiasan saat di gereja selalu menyalami orang lain dan berkata “Shalom” dengan suaranya yang khas dan satu lagi dia selalu meminta didoakan oleh teman2nya agar dia bisa maen keyboard meski kita sudah mendoakan dia. Pernah suatu saat saya sedang doa berkat untuk mengakhiri Ibadah tiba-tiba dia datang dan membisikan kepada saya “Doakan Saya bisa maen Keyboard!” sampai beberapa kali. Ah hampir saja saya hilang fokus karena kaget tiba-tiba mendengar suara budi. :D

Buat kita itu lucu tp tiba2 hal yg lucu itu menjadi ilustrasi bagi saya menerangkan bagaimanan menjadi tekun dalam berdoa kepada Tuhan atau meminta sesuatu yang baik kepada Tuhan.

Doa yg tidak jemu2 itu adalah tindakan iman untuk melihat jawaban TUHAN dan doa yang tidak berhenti adalah sebagai tindakan mengingatkan diri sendiri akan janji Tuhan agar iman kta Tumbuh.

Kalau yg mendengr Budi aja kadang “kesal  ko mengulang-ulang mintanya” padahal kita sudah jawab “iya didoakan” tapi tidak bgtu dgn Tuhan, Dia bersukacita untuk mendengar dan menjawab Doa2 kita.

Mari bertekun dalam doa sampai kita melìhat jawaban Tuhan.
“Shalom. Doakan saya bisa main keyboard” pinta sahabat saya.

- Gideon Kristian -