Home

Setelah kamu tau bedanya Kritik dan Menghakimi.
Trus gmna caranya biar kritik kamu tidak jadi negatif, destruktif tau menghancurkan?

Btw Kalau kamu ga setuju pakai istilah KRITIK boleh juga PAKE ISTILAH EVALUASI / KOREKSI. SAMA AJA!!

Alasananya kritik destruktif biasanya karena:

1. Fokus Orang bukan Tindakanya.
Inilah juga yang menjadi salah satu yang membedakan antara mengkritik dan menghakimi. Menghakimi seringkali menyerang pada pribadi seseorang. Sementara mengkritik lebih kepada sikap atau tindak-tanduk orang tersebut.

Sekalipun yang kita kritik adalah sikapnya, tetaplah berfokus pada satu sifat yang kita kritik itu, jangan lantas menghubung-hubungkan dengan hal-hal lain seperti pendidikan, etnis, latar belakang, dll

2. Tidak Seimbang. Hanya Kritik atau Hanya Saran.
Seperti disebuah tempat usaha ada tulisan “Kami menerima kritik dan saran.” Kritik bukan Gosip yang hanya kabar burung, tetapi kritik membangun bicara tentang apa yang perlu diperbaikai dengan dasar yang jelas.
Kritik itu memang bagian yang tidak menyenangkanya karena isinya: evaluasi, koreksi dan penialain.
Lalu diberikan solusi yang isinya: Masukan, saran atau usulan.

Jika saya sebagai Guru hanya berikan Kritikan dikelas maka murid2 saya akan terintimidasi. Namun jika saya hanya memberikan masukan atau saran atau usulan tanpa mengkoreksi hasil kerjanya lebih dulu maka saya hanya membuat dia mengulangi kesalahan yang sama karena tdk tau mana yang salah. Kritik yang membangun isinya adalah : Evaluasi dan masukan atau saran atau usulan.

3. Memaksakan Penilaian Kita Diterima.
Saat kita memberikan kritik yang membangun selalu ada pilihan buat orang yg dikritik. KIta tidak bisa memaksakan pendapat kita. Jika teman2 sekerja kamu adalah orang2 yg mau di ajar pasti akan belajar dari setiap kritikan (evaluasi dan koreksi) yang membangun.

Namun ada juga orang2 yang merasa terancam atau alergi karena Kritik yang membangun, akibatya dia berbalik menyalahkan bahkan membenci kamu. Tetap kasihi mereka.

Btw jangan kaget yahh itu sudah tercatat di Alkitab,”Jangan mencela orang yang tak mau diajar, ia akan membencimu. Tetapi kalau orang bijaksana kautunjukkan kesalahannya, ia akan menghargaimu. Kalau orang bijaksana kaunasihati, ia akan menjadi lebih bijaksana. Dan kalau orang yang taat kepada Allah kauajar, pengetahuannya akan bertambah (Amsal 9:8-9, BIS).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s