Home

Setiap kita memiliki teman. Tapi tanpa sadar kita sebenarnya sudah membuat tingkatan dalam pertemanan kita. Namun dengan mengenal tingkat pertemanan kita menjadi tahu bagaimana bersikap terhadap orang lain.

Berikut adalah 3 tingkat pertemanan yang secara tidak sadar kita miliki.

1. Teman sebagai teman.

Mereka menjadi teman yang terbentuk karena anda ada didalam satu lingkungan atau sebuah komunitas. Anda bertemu karena sebuah kepentingan pribadi. Obrolan yang muncul diatara anda dan teman adalah obrolan umum, seperti keadaan lingkungan atau komunitas anda, politik, isu-isu yang hot di infotaiment. Tidak ada topik yang sensitif atau yang berurusan masalah pribadi yang menjadi obrolan.

Pertemanan ini penuh dengan area bahaya khusunya area gosip, karena tidak ada komitmen secara batin diantara teman-teman ini dan semua kembali pada value masing2.

2. Teman sebagai sahabat

Mereka yang menjadi sahabat biasanya jumlahnya semakin sedikit, bisa dari 100 orang teman kita hanya memiliki 10 bahkan kurang sahabat-sahabat. Mereka bisa saja berasal dari tempat yang sama para teman (lingkungan atau komunitas) anda. Biasanya muncul karena memiliki pengalaman, hobi, kesukaan, masalah, cara bergaul yang sama atau saling memahami.Mereka adalah orang yang kamu izinkan melihat siapa diri kamu yang sebenarnya jika tertawa, melakukan kesalahan, marah, tidak suka terhadap sesuatu atau suka terhadap sesuatu. Mereka dan kamu memilki pengalaman bersama saat kondisi yang tidak menyenangkan dan saat menyenangkan.

Obrolan kamu dengan mereka bisa sangat bercanda sampai lepas dengan resiko ada jg yang tersinggung. Atau bisa kamu ngobrol dengan sangat serius membicarakan masalah-masalah yang pribadi (namun masih tidak terlalu dalam).

3. Teman sebagai saudara (Best Friends Forever)

Kamu bisa menyebutnya Sahabat karib atau Best Friends Forever (BFF). Teman sebagai saudara atau saya sebut juga Best Friend lebih dari teman atau sahabat walau semua pengalaman yang dialami teman sebagai sahabat juga sudah dialami. Sahabat karib mungkin datang dari lingkungan atau komunitas kamu juga. Mungkin dari 10 orang sahabat itu kamu hanya memiliki 1-2 orang sahabat karib.

Raja Salomo pernah berkata :  “Friends come and friends go, but a true friend sticks by you like family.”

Sahabat karib sangat dekat dengan kamu dan dia pernah bersama kamu melewati hal-hal yang hebat dan menyedihkan. Sahabat karib menganggap kamu berarti buat dia karena “siapa kamu” bukan karena “apa yang kamu bisa berikan.”

Dia seperti saudara bagi kamu. Dia orang pertama yang kamu hubungi ketika kamu senang, disakiti atau hanya untuk ngobrol.

BFF tidak memiliki kepentingan dia lebih melihat kebahagiaan sahabatnya.

Perbedan dan konflik tetap terjadi sama seperti pada 2 level diatas. Namun seperti raja salomo katakan “Kalau ingin disukai orang, maafkanlah kesalahan yang mereka lakukan. Membangkit-bangkit kesalahan hanya memutuskan persahabatan.” Para sahabat karib tidak menyimpan kesalahan dan bahkan tidak mengingat-ingat apa yg sudah lalu.

Mereka bisa saja “jarang bertemu” tetapi jika bertemu dan mereka bercerita tanpa batasan, hingga tidak ada “topeng” yang mereka kenakan saat mereka berbicara.

Belajar Menjadi Sahabat Karib

Gideon sihombing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s