Home
(Sebagian) Surat Dari Yogyakarta:
Boleh jadi memang transformasi terjadi di Amalonga dan Afrika. Namun apakah dengan cara dan metode yang sama bisa terjadi di Indonesia? kan tidak begitu? Latar belakang permasalahannya, tingkat pendidikan masyarakat, peta perpolitikannya, kondisi kekristenannya berbeda. Jadi, sebenarnya kan pasti dengan cara yang berbeda pula.

Saya percaya transformasi akan terjadi, namun tidak dengan model dipolakan dan diseragamkan dari Sabang sampai merauke. Saya percaya esensi transformasi ada ditulis dalam Alkitab, namun mari kita temukan bersama-sama yang spesifik dalam APLIKASINYA disetiap GEREJA disetiap KOTA. BUKAN pukul rata DENGAN JARINGAN doa. Maaf, tapi pasti gagal. Bukan mengutuki tapi konyol deh cara berpikirnya…nggak logis.

Menurut hemat saya nih Pi, pemolaan atau penyeragaman adalah cari gampangnya aja, cari amanya, mau main kendali, kerjaan orang malas karena gak perlu mikir, takut botak kali yah…

Yang lebih mengherankan hal ini juga terjadi dalam pelayanan kaum muda. Orang-orang muda hanya dicekoki sesuatu yang dibuat oleh para “SENIOR”. Jadi cukup BUKA MULUT dan TELAN saja – ini baik buat kamu. Hal ini baik buat anak-anak balita, orang sakit atau orang idiotakan? Bukan untuk anak-anak muda yang katanya calon pemimpin bangsa.

– Yang Tetap Sayang Papi (Baca gembala)-
Budi Abdipatra
Buku: Generasi Pembaru
Penerbit Andi
Hal 122-123

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s