Home

image

Kejadian 7:1  Lalu berkatalah TUHAN kepada Nuh, “Aku melihat bahwa engkau satu-satunya orang yang melakukan kehendak-Ku. Jadi, masuklah ke dalam kapal itu bersama-sama dengan seluruh keluargamu.

Sebelum air bah terjadi dan sebelum Allah memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera Tuhan sudah melakukan penilaian.
Pemilihan Tuhan bukan tiba-tiba tetapi hasil dari proses yang panjang yaitu seumur hidup Nuh.
Faktanya :
Nuh pada awalnya tidak tahu akan ada air bah namun Nuh sudah “melakukan kehendak Tuhan”
Nuh pada awalnya tidak tahu bahwa Tuhan menyesali perbuatan manusia yang jahat hingga Ia mau membinasakan manusia dari muka bumi.
Nuh pada awalnya tidak tahu bahwa semua orang dimuka bumi telah berbuat jahat dan hanya Nuh serta keluarganya yang berbuat baik.
Meskipun Nuh tidak tahu, Nuh “melakukan kehendak Tuhan.” Nuh dinilai Tuhan sejak sebelum dia tahu sampai semua tugasnya selesai yaitu membangun Bahtera.

Nuh tidak tahu akan datangnya air bah saja Nuh dinilai Tuhan ” Satu-satunya orang yang melakukan kehendaknya”.
Betapa dahsyatnya Nuh dalam melakukan kehendak Tuhan jika tahu Tuhan akan mendatangkan Air bah dan membinasakan Manusia.
Saya membayangkan jika dari awal Nuh tahu apa yang akan terjadi dia akan memberitakan kabar keselamatan kepada orang-orang disekitarnya lebih kuat lagi dari waktu yang dia miliki, mencoba meyakinkan dan mengajak orang lebih banyak untuk membantunya.  Bukankah masih mungkin orang-orang tersebut bertobat! Meski Tuhan bisa saja mengeraskan hati orang-orang yang mendengar pemebritaan Nuh. Bukankah Nuh bisa bernegosiasi seperti halnya Abraham.

Apapun keadaannya Nuh tetap melakukan Kehendak Tuhan dizamannya.

Bagaimana dengan kita yang hidup dizaman ini, dimana kita sudah Tahu dari Alkitab bahwa hari-hari yang akan datang adalah jahat dan upah bagi mereka yang tidak melakukan kehendak Tuhan juga sudah jelas tertulis didalam Alkitab.
Akankah kita tetap melakukan kehendak Tuhan jika kita tidak tahu konsekuensi atau upah yang akan kita dapatkan?
Atau jika kta tidak tahu apa yang ada didepan sana?
Galatia 6:9  Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Akankah kita tetap berbuat baik ketika orang-orang menilai buruk perbuatan kita?
1 Petrus 3:17 Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.

Akankah kita tetap melakukan kebaikan kepada sesama ketika kita tidak tahu apa yang akan terjadi terhadap sesama kita?
Ibrani 13:16  Jangan lupa berbuat baik dan saling menolong, sebab inilah kurban-kurban yang menyenangkan hati Allah.

Akankah kita tetap melakukan kebaikan ketika kita tidak tahu kapan waktunya “nafas berhenti” tiba?
Galatia 6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

A.R.K
Act of Random Kindness (“ARK”) at a time.

Gideon Sihombing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s