Home

image

Saya mendengar sebuah pertanyaan dari seoang anak muda “Ka, gimana kalaou saya sudah pernah ML sama pacar saya, apa yang harus saya lakukan?”

Saya punya tiga saran sederhana meskipun apa yang kamu alami bukan hal yang sederhana

1. Akui

Akui kalau perbuatan kamu salah. Akui kalau apa yang kamu dan pacar kamu lakukan bukan hal yang “wajar” terjadi hingga pantas kalian lakukan.Kadang kita lebih suka mencari pembenaran diri atas kesalahan yang kita perbuat. Jika kita sudah mengetahui apa yg kita lakukan itu tidak disukai Tuhan. Mari segera akui bahwa itu salah dan kamu telah melakukan sebuah kesalahan. Diperlukan kerendahan hati mengakui bahwa perbuatan kamu salah dan Tuhan sayang kamu. Akui kepada diri sendiri dan aku kepada pasangan kamu kalau kalian telah melakukan kesalahan. Pria dan wanita yg dengan berani mengakui kesalahanya adalah pria dan wanita yang sejati.

2. Berubah
Berubah dari cara pandang kamu yang salah maka tindakan kamu yang salah jg akan berubah.
Kalau orang yg pernah terjerumus ML suka berpikiran: “Ah udah terlanjur sekalian aja” atau “sekali sma dua kali sma aja, gw dah ga perawan juga” atau “ah gw bisa lepas dari kebiasaan ini, ini enak walau perasaan gw ga suka”
Berubah! Cara berpikir seperti itu salah. Kamu punya pilihan dan kesempatan, setiap kali kamu sudah mengakui bahwa perbuatan kamu salah kamu memiliki pilihan untuk berubah. Ya, pilihan untuk Berubah dan juga Kesempatan untuk memperbaiki.
Selama kmu memiliki nafas tidak ada kata terlanjur tp kamu masih ada pilihan dan kesempatan. Selama kmu masih bernafas keadaan kamu yg tidak perawan buakan alasan Tuhan tidak bisa merubah kamu. Selama kamu masih bernafas kamu punya pilihan untuk bebas dari semua kebiasaan buruk. tp jangan sia2 kan kesempatan yg Tuhan kasih utk berubah!

3. Coba Terus

Perubahan itu kadang tidak seperti membalikan telapak tangan. Diperlukan komitmen dari kamu berdua utk mengalmin pacaran yg asik dan kudus. Apalagi urusannya dengan Kebiasaan atau sesuatu yg menyenangkan “daging” kamu. Buatlah pernyataan komitmen utk pacran kamu tertulis dan disepakati berdua, misalkan “Kami sepakat menjaga kekudusan kami sampai hari pernikahan, kami sepakat utk tidak melakukan hubunan suami istri selama pacran, kami sepakat tubuh kami utk hubungan suami istri bukan hbungan pacran, jika kami tidak sanggup kami akan memutuskan hubungan pacran kami.”
Jangn pernah menyerah dengan pengalaman masa lalu. Coba terus untuk tetap bangkit, coba terus untuk mengingatkan diri kamu bahwa kamu sudah ditebus oleh darah Yesus. coba terus untuk mengingatkan kamu sudah menjadi manusia baru. Coba terus untuk berjalan dalam kekudusan. Coba terus sampai semua yang awalnya sulit menjadi kebiasaan baru kamu. Jangan pernah berhenti untuk mencoba terus untuk berkomitmen sampai garis akhir. Saya percya Tuhan menolong kamuketika kamu mau berkomitmen.

Jangan menunda semua itu! Semakin kamu menundanya semakin sulit bagi kamu untuk mengalami pemulihan. Semakin kamu menundanya semakin kamu terbuai dan menganggap semua adalahhal yg biasa. Penundaan adalah jebakan yg halus utk sebuah perubahan.

Gideon Sihombing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s