Home

Ilustrasi

Disuatu altar call setelah saya berkotbah saya tergerak utk datang ke seorang anak laki2. Lalu dia tiba2 bilang sudah berhubungan intim dengan pacarnya. Lalu kami berdoa untuk pengakuan dosa dan setelah itu saya minta dia untuk berbicara dengan pembinanya agar di mentor/dibimbing. Tetapi ternyata dia tidak pernah berbicara dan kepada pembimbing/pendeta disana, dan akhirnya dia jatuh lagi dan jatuh lagi.

Saya melihat banyak Event2 gereja (Khusunya kebaktian kebangunan rohani utk anak2 muda) yg terjebak dengan pardigma ini:

1. Acara ini Ampuh merubah Karakter 100%

“sekali altar call berubah 100%”

“sekali ikut Kebangunan Rohani Ini, pelepasan, dell pasti berubah 100%.”

“sekali ikut ibadah ini, pertemuan ini, training ini pasti berubah 100%”

“Sekali ikut sesi ini pasti berubah”

Ketika anda lahir baru terjadi perubahan identitas. Salah satunya perubahan identitas dari anak gelap menjadi ANAK TERANG. Perubahan identitas itu memang terjadi ketika anda percaya kepada Yesus tetapi anda harus berjuang untuk mempertahankan identitas itu dan berjuang menghidupkan identitas itu SETIAP HARI!

Saya percaya setelah anda ikut event KKR jika mebuaka hati pasti ada perubahan didalam hati..entah motivasi, semangat, tujuan hidup dll tetapi itu adalah AWAL…langkah selanjutnya menghidupkan dan mempertahankannya.

Perubahan kebiasaan buruk menjadi lebih baik terjadi dengan membangun kebiasaan baik oleh pertolongan Roh Kudus (Kalau saran dunia pasti andalkan kekuatan pikiran dan emosi).

Buat anda para pemimpin pemuda mulailah pikirkan Follow up dari event yg anda adakan atau anda ikuti bersama anggota anda..karena mereka butuhkan perubahan yang terus menerus yg bisa mereka kerjakan bersama Tuhan. Jangn biarakan mereka berubah kalau ada KKR atau kalau ada Seminar atau kalau ada yg tumpang tangan…ajari dan latih mereka utk menghidupi perubahan mereka dan mengalami perubahan oleh Roh Kudus meskipun tidak ada KKR dan sejenisnya!

2. Kesusksesan kita diukur dari Jumlah yang Hadir

Saya dulu berpikir event-event yang berfokus pada “perubahan instant” dan berfokus pada “kebanggaan BANYAKNYA kehadiran orang”  tidak akan ada lagi dimuka bumi.

Mereka begitu bangga mempublikasikan “Yang Hadir 1000 orang” “2000 orang” “3000 orang” namun seringkali kalau saya datang sebagai peserta atau panitia disebuah event besar..mereka anak2 muda yang datang tidak semua mengerti maksud inti/utama dari event itu “mereka asyik” bercengkrama dengan rekan2nya. Jika acara dibuat di stadion yg besar “mereka biasa asik cari jajanan/kuliner saat KKR” atau “duduk di tribun paling atas lalu buat acara sendiri”. Jika acara dibuat di Mall “mereka senang karena sebelumnya bisa nongkrong dulu atau pulangnya bisa nongkrong”. Jika acaranya ada artis “mereka datang rame2 karena ada hiburan gratis” apa lagi kalau dikasih trasportasi dari rumah mereka ke tempat event, mereka senang bangt. (puji Tuhan kalo diibadah2 itu mereka bertobat dan dipulihkan.)  Saran saya kapan2 jika anda punya event besar (Sekali) dalam waktu dekat ini, kenakanlah pakaian biasa, berjalanlah keliling dan lihatlah apa yg dikerjakan mereka yg hadir?

Saya sebenarnya prihatin dengan kondisi itu, tetapi itulah kenyataannya. Seharusnya panitia yang berkata acara kami dihadiri 1000 orang, 2000, 5000, 10.000, 100.000 jagan sesumbar krn mereka (panitia) sendiri ga tau apa yg sebenarnya motivasi dan yg dikerjakan  orang2 yg hadir tersebut (khusunya anak2 muda).

Dan jangan juga terlalu bangga dengan jumlah orang yang Altar Call (1000, 2000, 3000 10.000 ect). Berpikir mereka yang altar call berarti mereka telah mengalami perubahan yg hebat karena acara yg hebat itu, karena perubahan itu belum berhenti di Altar call tetapi terus berlanjut pembentukan oleh Rohkudus setiap hari! Ingat Petrus dia bertemu dengan Yesus setiap hari namun dia bisa jatuh juga..dan ternyata yg dibutuhkan perubahan setiap hari dan menjaganya setiap hari!

Saya juga senang kalau yang hadir didalam pertemuan yg saya buat banyak…tetapi apakah itu ukuran kesuksesannya? Bagaimana jika yang hadir tidak sesuai dengan terget?

3. “Kan dia sudah ikut seminar yang “angkat value hidupnya” pasti dia bisa sendiri!!

Ini dampak dari paradigma no 1 “Ampuh merubah Karakter 100%”..padahal perubahan karakter Gak Instant!!

Dan itu perlu pembimbingan/mentor!! Event2 ini terjebak dengan Kehebatan acara diawal sampai akhir..tetapi mereka tidak melihat kehebatan “Proses Perubahan”. Dan Kehebatan proses perubahan itu tidak bisa terjadi sendirinya.

Seperti orang yang saya contohkan diatas, saya sudah sarankan dia untuk bertemu dengan pembimbingnya agar dibina tetapi dia tidak mau, dan saya juga sudah bicara kepada pembina pemuda setempat agar membina anak tersebut tetapi tidak terjadi pembinaan. Dan akhirnya anak itu jatuh lagi dalam dosa perzinahan, setelah dia jatuh dia kirim pesan ke fb saya bahwa dia telah lakukan kesalahan yg sama. Saya berikan nasehat dan doa buat dia, tetapi sekali lagi saya mengingatkan dia utk bertemu dengan pembinanya utk dibina, tetapi sayang sekali anak ini tidak merespon dengan tepat. Akhirnya dia terjatuh lagi! Tragis!!

Terlebih lagi jika mereka yang dahulunya pernah terikat oleh dosa2 yg tersembunyi seperti penyimpangan seks, atau terikat narkotika dll. Mereka yg telah ikut event KKR dan telah mengalami “Pemulihan” dari kebiasaan yang buruk perlu di jadikan murid (menerima pengajaran) entah namanya dalam mentoring / pemuridan/ pembinaan etc agar mereka bisa di bangun dan dibentuk serta dimbing dalam membangun kebiasaan yang baik. Karena tidak mungkin setelah Ibadah KKR oleh panitia mereka di evaluasi keadaan rohani mereka tetapi justru didalam pembimbinaan itulah terjadi peneladanan, pembentukan dan pengkoreksian.

MEREKA yg Baru BERTOBAT perlu DIMURIDKAN!

Mengutip seorang Mentor “Utk membangun gedung butuh waktu & proses.Membangun manusia bukan saja butuh waktu, proses tetapi ketekunan.” (Ps.Togi Simanjuntak MA)

Saya selalu mengingatkan diri sendiri “Seminar atau workshop yang saya berikan bukan alat perubahan 100% karena perubahan 100% terjadi setiap hari”

Saya katakan kepada peserta “setelah acara ini bukan berarti anda menjadi sperti malaikat yg tdk bisa jatuh dalam dosa tetapi anda harus menghidupi apa yang anda dapatkan dan berjuang didalamnya bersama Roh Kudus.”

 Selamat membuat KKR, Seminar, Revival Ministry, Raising Ministry, Workshop, Bengkel dengan paradigma yang benar!

 Murid Kristus

Ps.Gideon Kristian Sihombing MA

One thought on “Hei Youth Leader, “Acara” anda Bukan Solusi Perubahan 100% Generasi Muda!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s