Home

Nats : Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas (Wahyu 3:15)
Bacaan : Wahyu 3:14-22

Kata “Suam-suam kuku” adalah predikat/gelar yang sangat tidak diharapakan setiap Gereja untuk diterima dari Tuhan Yesus.”

Mengapa? Karena, jika jemaat atau sebuah persekutuan bahkan gereja lokal menerima predikat itu akibatnya “Tuhan memuntahkan dia/mereka” dengan kata lain “Tuhan menolaknya.” Tidak ada satupun yang ingin di tolak Allah!!

Sebenarnya, apakah suam-suam kuku itu? Dan Bagaimana agar kita tidak menjadi “Suam-suam kuku?”

Saya mengutip penjelasan mengenai “Suam-suam kuku” dari dua sumber.

Pertama Herb Vander Lugt, menjelaskan:

“Saya menyukai sup yang panas mengepul dan minuman ringan yang sedingin es. Saya tidak suka jika salah satunya suam-suam kuku. Yesus juga bersikap seperti itu terhadap mereka yang mengaku sebagai anak-Nya. Dia tidak suka hal yang suam-suam kuku. Dia berharap agar mereka dingin atau panas (Wahyu 3:15).

Sebagian orang menganggap istilah dingin mengacu pada perlawanan terhadap Yesus dan Injil. Namun, menurut saya tidak mungkin Dia lebih memilih perlawanan daripada pelayanan yang setengah hati. Saat menasihati jemaat Laodikia, mungkin yang ada di benak Yesus adalah dua mata air di daerah itu, yaitu mata air panas mineral di Hierapolis dan mata air dingin yang jernih di Kolose. Mata air panas dipercaya dapat mengobati penyakit, sementara mata air dingin memberikan kesegaran. Jadi, orang-orang kristiani di Laodikia tidak menjadi sumber penyembuhan bagi penyakit rohani, dan tidak juga memberikan kesegaran bagi orang yang letih. Mereka adalah orang yang suam-suam kuku dan tidak menjadi penolong bagi yang lain.

Anda perlu menanyakan hal-hal berikut: Apakah saya memberikan kesegaran bagi orang yang letih rohani dengan memberikan dorongan semangat, sukacita, dan pengharapan bagi mereka? Apakah saya membawa kesembuhan dengan cara menantang orang-orang yang acuh tak acuh, menunjukkan kebenaran bagi yang tersesat, dan memotivasi yang tak bersemangat?

Ingatlah, kita tidak dapat menolong siapa pun jika kita suam-suam kuku. Tuhan ingin agar kita menjadi dingin atau panas, tergantung pada kebutuhan sesama kita saat itu.”

Kedua, Full Life Comentary menjelaskan:

  1. Jemaat yang suam-suam kuku adalah yang berkompromi dengan dunia dan mirip dengan masyarakat di sekelilingnya; mengakui kekristenan, namun pada kenyataannya malang dan menyedihkan secara rohani (ayat Wahy 3:17-18).
  2. Dengan keras Kristus memperingatkan jemaat akan hukuman-Nya terhadap orang yang suam-suam kuku secara rohani (ayat Wahy 3:15-17).
  3. Dengan tulus Kristus mengundang jemaat untuk bertobat dan untuk dipulihkan kepada tempat iman, kebenaran, penyataan, dan persekutuan (ayat Wahy 3:18-19).

Sumber: http://alkitab.sabda.org

 Hari ini pilihlah, menjadi Panas atau Dingin? Tidak ada jalan Tengah!

Tuhan tidak suka sikap yang setengah-setengah dalam mengikuti Dia atau setengah-setengah dalam hal menjadi terang dunia.

Jadilah pribadi panas yang menghidupkan semangat jiwa dan pribadi Dingin yang menyegarkan jiwa!

Murid Kristus

Ps.Gideon Sihombing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s