Home

Sekali lagi saya mempeljari 2 tipe kepemimpinan yang saling bertentangan dari dalam Matius 15

Manakah yang anda pilih, “hamba Tuhan” yang digerakan oleh Hukum manusia seperti Farisi atau Hamba Tuhan Yang digerakan oleh karena belas kasihan seperti Yesus?

Hamba Tuhan yang digerakan oleh Hukum atau Peraturan manusia memiliki ciri-ciri:

–         Mengutamakan peraturan manusia (organisasi, adat) bukan kehendak Allah.

–         Mereka taat pada peraturan manusia tetapi tidak sadar melawan kehendak Allah. Mereka memanipulasi Firman Tuhan agar dapat memaksakan peraturan manusia.

–         Mereka kesal dengan orang-orang yg melanggar peraturan manusia tetapi tidak memberikan pengampunan.

–         Pengajarannya membuat orang terjebak didalam melakukan perturan demi peraturan bukan membawa pada keselamatan.

–         Munafik. Mulut memuliakan Tuhan padahal hatinya jauh dari Tuhan.

–         Mengajarkan perintah manusia bukan kehendak Allah.

–         Memberikan beban yang baru bukan kasih yang memerdekakan.

–         Seperti orang buta yg menuntun orang buta.

–         Tidak ditanam oleh Bapa. Mereka memposisikan diri mereka seakan2 mereka diutus Tuhan dan menjadi wakil Tuhan, milik Tuhan, tangan kanan Tuhan padahal Allah tidak pernah menerima mereka didalam kerajaanNya.

–         Pengajarannya menghasilkan intimidasi, hukuman, ketakutan dan perasaan tertuduh.

–         Lebih mementingkan legalitas manusia bukan kasih.

–         Memuliakan dirinya sendri bukan Tuhannya

–         Orang-orang menghindarinya karena takut tertuduh.

Hamba Tuhan Yang bergerak oleh karena belas kasihan Memiliki ciri-ciri:

–         Berjalan dalam ketepatan.

–         Berotoritas karena kekudusannya, penundukan dirinya kepada Tuhan, pengutusan Allah, bukan karena posisi organisasi.

–         Menghasilkan kemuliaan bagi Tuhan bukan bagi dirinya.

–         Orang-orang tidak segan utk mendekatinya karena mendapatkan pengharapan.

–         Memikirkan apa yang Raja pikirkan, merasakan Hati Bapa dan bertindak  seperti Yesus yg melayani.

–         Mengambil, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya.- Berani menyerahkan apa yang ada   padanya kepada Tuhan agar dipakai utk jd alat kerajaanNya. Dengan Iman mengucap syukur hingga jd kekuatannya. Berbagi berkat menjadi teladanya. Bekerja sama menjadi cara kerjanya.

–         Hidup oleh iman bukan ketakutan.

–         Pengajaranya menghasilkan kemerdekaan, penundukan, ketaatan, iman dan Kasih.

–         Apa yang dikatakan dan perbuatanya selaras.

Hamba Tuhan yang manakah anda?

Murid Yesus

 

Ps.Gideon K Sihombing MA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s