Home

Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya. 2 Korintus 2:17

Banyak ketua pemuda dan remaja atau dewasa muda yang melayani Firman Tuhan dan juga akhir-akhir ini muncul para pelayan Firman dari kalangan generasi muda. Itu adalah hal yg luar biasa, saya berdoa semakin banyak pelayan Firman dari generasi muda yang Tuhan bangkitkan.

Diakonos, yang berarti orang yang melayani, seorang hamba. Seorang pengkhotbah adalah Pelayan atau hamba Yesus Kristus (1 Tim. 4:6). Pekerjaannya adalah untuk melayani Firman Tuhan, Injil kepada semua orang (Kisah Para Rasul 6:4;. Rom 15:16).

Namun dizaman sekarang telah terjadi pergeseran nilai atau standar dari para pelayan Firman, didalam ayat yg ditulis diatas sangat jelas Rasul Paulus mengingatkan kita para pelayan Firman utk memiliki nilai atau standar yang benar. Dan nilai-nilai tersebut harus menjadi sikap kiita para pelayan Firman khususnya kita generasi muda. Berikut adalah 3 prinsip sederhana buat kamu2 yang dipanggil sebagai pengkotbah muda :

1. Tidak mencari keuntungan dari pelayanan Firman Tuhan.
Ini sama artinya dengan:
– Tidak memperlakukan berita dari Allah seperti barang dagangan.
– Tidak menjual firman Allah untuk mendapat keuntungan.

– Bukan utk mencari popularitas, kekayaan, atau existensi diri. Bahkan mimbar bukan tempat cari jodoh.🙂

Karena Keuntungan seseorang pelayan Firman adalah melayaniTuhan. Dan melayani Tuhan adalah sebuah kehormatan. Katakan kepada Tuhan setiap kali anda akan dan setelah berkotbah : “Terimaksih Tuhan untuk anugerah Mu dan semua untuk kemulian Tuhan.”

2. Berbicara dengan sesuai, benar dan tepat.

Alkitab adalah dasar pemberitaan dan Yesus adalah pusat pemberitaan. Maka kita harus:
– Beritakan apa yg tertulis didalam Alkitab bukan, lelucon dan sekedar kesaksian atau berita.
– Beritakan tanpa kompromi, Firman Tuhan adalah utk orang kaya dan untuk orang miskin, untuk orang terpelajar dan orang tidak terpelajar, untuk pekerja dan pengangguran, untuk pimpinan dan dan untuk pegawai.

– Beritakan apa yang dilakukan dan lakukan apa yang diberitakan.

– Beritakan firman dengan mengandalakan Roh Kudus bukan kepintaran. Karena Alkitab ditulis diilhamkan Allah dan semuanya bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 2 Timotius 3:16

Seseorang yang ingin berbicara dengan sesuai, benar dan tepat maka dia harus  menyiapkan dirinya dengan terus mempelajari Alkitab, membaca buku, mempelajari pengalaman orang lain dan mengembangkan talenta berbicara didepan umum.

3. Motivasi atau dasar penyampaian Firman adalah ketaatan pada perintah Allah.
Ada rekan saya berkata sebelum dia naik mimbar utk berkotbah “Tolong doakan saya untuk lupa.” “Loh kenapa?” tanya saya. Dia menjelaskan: “Biar saya lupa tentang ‘amplop’ jika saya sedang berkotbah, biar saya tetap fokus pada penyampaian Firman Tuhan.”

Saya bersyukur karena saya membangun dan menjaga sikap dari sejak dini bahwa “saya adalah hamba Tuhan dan melayani adalah anugerah”. Dan tiap kali saya selalu mengingatkan diri sendiri akan hal itu. Namun apakah yang kita cari dalam penyampaian firman Tuhan, amplop / popularitas? Bagi saya tidak, firman berkata : “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Saya memutusakan, melakukan  mimbar bukan untuk manusia dan melakukan pelayanan mimbar bukan untuk materi. Tetapi dengan segenap hati untuk Tuhan.

Jika ada berkat yang anda peroleh itu bukanlah sebagai bayaran tetapi bonus dari Allah. Bonus adalah hak pimpinan. Anda tidak berhak untuk menuntut bonus. Seperti yang dikatakan Yesus, “carilah dahulu kerajaan Allah maka semuanya itu akan ditambahkan.” Pelayan Firman tidak mencari apa yg “maka” / “upah”/ Bonus tetapi mencari Kerajaan Allah. Pelayan Firman tidak memfokuskan diri pada “maka” atau bonus tetapi kerajaan Allah. Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Dalam pelayan Firman fokuskan diri pada kebenaran yg akan disampaikan dan andalkan Rok kudus.

Mendapatkan atau tidak menapatkan bonus itu bukan urusan pelayan, itu adalah hak Tuhan. Bagian pelayan Firman adalah Berbicara sebagai mana mestinya  dengan motivasi murni atas ketaatan pada perintah Allah.

Saya menantang rekan2 muda yg menjadi pelayan Firman, mari bangun sikap tersebut dan menjaganya. Memang tidak mudah tetapi kita harus memulainya. Selamat berkotbah!

A preacher is not an employee of any church, but a servant of the Lord (1 Tim. 4:6)

-Semua Anugerah-

Gideon Sihombing MA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s