Home

Dari nasi bungkus sampai sekotak susu

Sejak saya dan teman-teman komunitas student impact berkomitmen untuk menjadi dampak nyata bagi kota, kami bergerak untuk melakukan sesuatu. Bentuknya tidak harus dari hal-hal yang besar tetapi dimulai dari hal-hal yang kecil. Ditahun 2007 komunitas kami student impact mempunya visi: Menjadi Komunitas yang memberikan tindakan nyata dari Kabar Baik. Maka mulai dari tahun 2007 di bulan april sampai bulan september, kami bergerak untuk memberikan makanan gratis dalam bentuk nasi bungkus kepada anak jalan (Pengamen, pengemis dan Punk) pada malam hari, disekitar kota Bekasi. Uang yang untuk membeli makanan itu berasal dari uang pribadi anggota komunitas dan para donatur yg mau terlibat. Kita tidak terlalu memaksakan diri dengan jumlah makanan yg akan kita berikan. Prinsipnya memberi dari apa yang ada pada kita. Kalau Bisa terkumpul lima puluh bungkus nasi ya Puji Tuhan, berarti itu yg kami berikan.

Pengertian baru.

Saya teringat kisah Tuhan Yesus memberi makan 5 ribu orang, murid-murid hanya memiliki 5 roti dan 2 ikan lalu Tuhan berkata “Bawalah ke mari kepada-Ku.” Dari hal itu saya belajar bahwa hal kecil yg kita miliki bisa berdampak yang besar kalau kita serahkan kepada Tuhan dan kalau kita mau bertindak sesuai perintahNya. (Mat 14:13 – 21)


Ditahun 2008 student impact memiliki visi:

MENJADI DAMPAK YANG BENAR KARENA

AKU MELAKUKAN PERUBAHAN YANG BENAR

Setiap kita harus mengalami perubahan kearah yang benar dan perubahan itu akan memberikan dampak nyata didalam perbuatan kita. Kami menekankan bahwa tindakan kita untuk memberi didasari oleh pengertian kita yang telah diubahkan oleh Firman Tuhan bukan karena kemampuan semata. Kita memberi dengan pengertian yang benar buka sekedar memberi.

Pada Tahun 2008 saya saya merumuskan kembali program-program yang ada didalam komuniatas kami, dan salah satunya adalah Positive Outing Day atau disingkat POD. Didalam program POD ada 2 sub program salah satunya adalah Feed The Hunger. Feed The Hunger salah satu sub program yang beregerak utk menyatakan tindakan nyata dari kasih kristus kepada sesama. Feed The Hunger bisa berbentuk memberi makan nasi, roti dan lain-lain.

Feed The Hunger

FTH di tahun 2008 bergerak dengan tema “Program 2000” dimana kami akan memberkati anak-anak dijalanan dengan modal 2000 rupiah/anak. Caranya adalah setiap anak jalanan akan mendapatkan bingkisan yg seharga rp.2000. Dimana dengan uang 2000 itu kami dapat membeli: Air kemasan Rp 500,  Roti Rp 1.000 dan Vitamin C Rp.500. Dan dana diperoleh adalah dari komitemn masing-masing, jika ada yg sanggup memberikan 10.000 rupiah artinya dia akan memberkati 5 orang dijalanan dan kalau dia hanya bisa beri rp.2000 dari uang jajannya itupun luar biasa. Dan bagi kami bukan berapa banyak yang bisa berikan tetapi hati yg rindu utk berbagi berkat dengan orang lain dan membuktikan kasih Yesus mulai dari perkara kecil.

Tahun 2009 student impact memiliki sebuah visi yg didapat dari Luk 4: 18  : “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19     untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan (memberi) penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Hingga ditahun 2009 kegiatan FTH dengan tema “Program 2000” kembali dilanjutkan, kami bergerak sejak bulan Januari 2009 sampai Desember 2009. Kegiatan ini dilaksanakan disekitar Bekasi.

Namun pada 25 Desember 2009 kami memulai sebuah tema yang baru ”Sekotak Susu Untuk Anak Jalanan.” Kami bergerak dengan membagikan 67 kotak Susu. Dan kegiatan ini didukung oleh orang-orang dewasa yg mau memberikan donasi.

Sekecil apapun pemberian rekan-rekan jika kita memberikannya dengan pengertian yang benar maka pemberian itu akan mempunyai nilai yg kekal. Kami bertindak karena kami percaya dan mengerti kami adalah garam dan terang. Garam sekalipun sedikit tetap disebut garam dan tetap rasnya asin. Terang sekalipun kecil tetap disebut terang dan menerangi yg didekatnya. Kita mulai menjadi garam dan terang bagi anak-anak dijalan dengan alat nasi, roti dan air. Sampai suatu saat Tuhan akan membuka kesempatan memberitakan kasihNya. Dan itu pasti terjadi!

Salam Sekotak Susu🙂

Gideon Sihombing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s