Home

Vulnerable berarti Open to attack and capture because of a lack of protection.

Lawan kata Vurnerable: closed, guarded, protected, safe & secure.

Vulnerable diterjemahkan Rentan atau (1) mudah terkena penyakit; (2) peka; mudah merasa.

“Seorang aktor adalah benar-benar rentan. total kepribadian-nya secara terbuka untuk penilaian kritis, yaitu: kecerdasan, sikapnya, pilihan kata, seluruh penampilannya. Singkatnya, egonya”– Alec. Guinness–Jika mau berhasil seorang harus siap menerima penilaian oleh masyarakat.

Dihadapan Tuhan kita sangat “Vulnerable” karena dia Maha Tahu dan Maha Kuasa.

Terhadap masalah hidup semua manusia “Vulnerable,” tidak ada manusia yg kebal masalah dan badai hidup. Hati manusia dapa terluka oleh karena penghianataan, sikap yg buruk dan perkataan yg kasar. Pikiran manusia dapat dikotori oleh berita yang negatif dan menyesatkan. Tindakan manusia dapat terpengaruhi oleh lingkungan yang buruk. Tetapi jika kita mau mengalami eningkatan kita harus berani mengahdpi semua resiko dikecewakan, di sakiti perasaannya, dikotori pikirannya dan dipengaruhi.  Seperti sebuat kalimat yg mengatakan “Untuk tumbuh adalah menerima kerentanan … Untuk menjadi hidup adalah menjadi rentan.”–Madeleine L’Engle.  Jika mau bertumbuh kita harus terbuka terhadap perubahan, benturan, dan gesekan.  Kita tidak harus mengalami semua yg buruk itu agar bertumbuh, tetapi kita harus berani dan siap jika semua hal yg buruk itu terjadi. Ketika Hal2 yang buruk yg itu terjadi dan kita memberikan respon yang tepat maka semua hal tersebut malah akan melatih daya tahan, daya juang dan sikap  kita sebagai seorang pemenang. Seperti gambar ilustrasi diatas, seorang petarung sekalipun memiliki area lemah yang bisa saja diserang oleh lawannya. Tetapi jika dia seoang pejuang maka area lemahnya tidak akan membuat dia mundur tetapi justru membuat dia lebih berhati2.

Hanya didalam Tuhan yang Maha Kuasa kita berlindung karena kerapuhan kita. Kita tidak bisa menipu diri sendiri dan berkata “aku kuat.”  Menjadi Pribadi yang Gak Mudah Nyerah berarti mengakui bahwa dirinya “Vulnerable” dan terus berjalan dalam pertolongan Tuhan utk mencapi tujuannya, untuk bertumbuh, berkembang dan berhasil.

Meskipun Kita Mahluk yang Vulnerable namun  didalam Tuhan kita menjadi: closed, guarded, protected, safe and secure.

Ps. Gideon Sihombing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s