Home

Harapan masih ada – Ayub 14:1 -22
Manusi bisa berharap selama dia masih hidup. Manusia  umurnya sudah dihitung dan dibatasi oleh  Tuhan.

Ketika manusia berhenti dari umurnya maka dia  ntidak lagi memiliki kesempatan dan harapan untuk melakukan dan mencapai sesuatu. Semua berhenti di ujung nafasnya. Namun seringkali manusia mati ketika masih hidup. Mereka berhenti berharap selagi masih bernafas. Berhenti mencoba selagi ada waktu. Berhenti bertumbuh selagi masih ada kesempatan. Namun Tuhan ingin manusia belajar seperti pohon dimasa hidupnya: ” Karena bagi pohon masih ada harapan: apabila ditebang, ia bertunas kembali, dan tunasnya tidak berhenti tumbuh. Apabila akarnya menjadi tua di dalam tanah, dan tunggulnya mati di dalam debu, maka bersemilah ia, setelah diciumnya air,dan keluarkannyalah ranting seperti semai. “ Ini gambaran ketika posisi kita berhenti melihat harapan dan kesempatan hanya karena kondisi kita yang lemah, semakin merosot bahkan sudah tidak bekerja. Atau lingkungan tidak mendukung semua terlihat seperti diam. Mungkin posisi/kekuatan/keuangan anda “ditebang” menjadi dalam keadaan yang rendah dan lemah, orang/lingkungan/materi yang selama ini mendukung kita sudah berhenti dan tidak terlihat lagi disekitar kita, kekuatan kita habis dan terlihat tidak ada pertolongan.

Namun seperti pohon yang memiliki sifat alami tidak mudah menyerah, sekalipun ditebang, menjadi tua dan terlihat dan tidak berguna, dari pohon itu bisa tumbuh tunas baru. Selama nafas ini masih ada berarti masih ada harapan. Manusia tidak hanya memilki sifat alami pantang menyerah tetapi sifat ilahi untuk berjuang dan itu yang harusnya di manfaatkan manusia.

Dari luar mata kita hanya melihat sebatang pohon mati tetapi kita tidak melihat Tuhan sedang membuat sesuatu yang baru didalam dengan cara yang misterius sampai pohon itu bertunas kembali atau memulai sesuatu yang baru, mungkin anda  dalam keadaan yang terendah tetapi ketika tekad hati anda utk tidak menyerah dan berjuang saya percaya Tuhan yang adil menghargai sikap anda dan Dia bekerja dengan cara yang tak terlihat untuk mendatangkan kebaikan bagi anda.

“Yes” saya katakan dalam keadaan yang kurang anda masih bisa bisa bertumbuh dan berkembang, tidak perlu melihat perubahan yang spektakuler mulailah menghargai perubahan kecil seperti tunas yg kecil tumbuh sebagai pencapaian yang mulia bagi anda, jangan berhenti betumbuh dan jangan “mati” ketika anda masih hidup karena anda masih ada harapan.

Jangan berhenti bertumbuh selagi masih ada kesempatan. Jangan berhenti berharap selagi masih bernafas. Jangan berhenti mencoba selagi ada waktu. Jangan mati selagi masih hidup.

-Gideon Kristian Sihombing-

Tunggul: pangkal pohon yg masih tinggal tertanam di dl tanah sehabis ditebang


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s