Home

Tadi pagi saya harus pergi ke Sekolah Pangudi Luhur (PL) untuk technical meeting persiapan UAN SMP.

Janjian sama rekan sekerja jam 7.30 di parkiran. Dari lt.3 tempat saya mengajar saya turun menggunakan lift sambil membawa phone cell saya. Setelah sampai di parkiran saya keluarkan Hp tersebut,  Hp ini memiliki stylus karena Hp tersebut tipe touch screen.

Ternyata sampai diparkiran rekan saya tidak ada. Saat itu saya berinisiatif mencari rekan saya tersebut keruangannya yang jaraknya lumayan jauh dari parkiran. Saat saya berjalan keruangannya, bertemu dengan dia dan sampai kami di parkiran saya masih memegang Hp tersebut dan sesekli menggunakannya. Tetapi saat di kendaran saya menaruhnya di saku jaket. Sesampai PL saya kembali mengeluarkan HP dan saat berjalan menuju ruangan meeting, saya melihat stylus Hp ternyata telah tidak ditempatnya. Dan saya berpikir dan mengingat “jatuh dimana?” tadinya saya berpikir “mungkin jatuh di parkiran PL tadi?” tapi saya rasanya tidak yakin. Tidak ada waktu lagi utk mencari karena meeting akan dimulai pk.08.00 dan saya mengikuti rapat itu. Saat do PL saya berdoa kepada Tuhan “Tuhan temukan stylus saya”…sempat terbesit pikiran “gak mungkin masih ada, paling tidak diambil cleaning servis lalu disimpan atau dibuang” atau “Diambil orang dan dibawa pergi” atau “terinjak orang dan rusak karena bentuknya yg kecil dan berwarna gelap .” Tapi saya tetap berdoa “Tuhan temukan stylus saya.” Sesudah dari PL dan kembali ketempat saya mengajar tepatnya sesampai di parkiran mata saya mengaharapkan melihat sesuatau dan memang saya melihat dari kejauhan seperti sepotong kayu berada di lantai parkiran. Saat saya mendekati, mengambilnya dan ternyata benar itu stylus Hp saya. Saya katakan kepada Tuhan “Terimaksih Tuhan” sambil tersenyum dan berkata dalam hati “Hal yang kecilpun Tuhan perdulikan.”

Hari ini semakin mengenal Allah sebagai Bapa yang tidak hanya mau mendengar kesulitan2 yg phenomenal didalam hidup kita tetapi DIA adalah Bapa yang mau jg mendengar hal2 yang sederhana didalam hidup kita.

Percayalah kepada Tuhan mulai dari hal-hal yang sederhana sampaii hal-hal yang diluar jangkauan.

Jika untuk hal-hal yang sederhana saja kita tidak melibatkan Tuhan bagaimana kita bisa mempercayai Tuhan utk hal-hal yang besar.

Dia adalah ALFA DAN OMEGA , yang bagi saya tidak hanya Pribadi yang Awal dan yang Akhir (Wahyu 22:13) tetapi juga Tuhan yang mampu menjadi yang terkecil agar Dia dapat memahami kerinduan kita yg sederhana dan kecil tetapi juga Tuhan yang mampu menjadi yang terbesar agar Dia dapat memahami kerinduan kita yg rumit dan besar.

– Gideon Kristian Sihombing –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s