Home

Matius 25:14-26

14  “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

  • Prinsip dalam Kerajaan Allah adalah sederhana, didalamnya adalah orang-orang yang diberikan kepercayaan oleh Tuhan. Kepercayaan itu adalah harta yang sesungguhnya, bukan uang yang kita miliki, bukan kendaraan yang kita mliki bukan juga talenta, karunia yg kita miliki. Sebab harta dalam kerajaan Allah adalah kekal dan kata “Resposibility” adalah harta yang ada dalam kerajaan Allah. Kerajaan Allah mencari dan memanggil orang2 yang mau menerima harta itu!! Dan setiap orang yang mau menerima harta itu akan menjadi seperti pemilik dari harta itu sendiri.

15  Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

Dari pernyataan diatas ada beberapa prinsip Kerajaan Allah:

  • Dimata Tuhan setiap orang memiliki tanggung jawab. Dia tidak melihat siapa milki tanggung jawab yang terbesar dan siapa yang terkecil.
  • Setiap orang diberikan kapasitas/tanggung jawab yang berbeda-beda oleh Tuhan.
  • Setiap kapasitas/tanggung jawab itu diberikan sesuai dengan kemampuan yang Tuhan telah lihat didalam kita.
  • Dia memberikan kita kepercayaan utk mengelola apa yang ada pada kita.

16  Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
17  Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.

Dari pernyataan diatas ada beberapa prinsip Kerajaan Allah:

  • Setelah kita menerima bagian kita adalah to work/ labour/  to make gains/ exercise/perform/ commit/ produce/ to acquire.
  • Kata yang digunakan dalam bahasa inggris utk “menjalankan” adalah “trade”. Setiap kita harus merubah apa yang ada pada kita menjadi sesuai dengan keingin Tuhan.
  • Prinsip kerajaan Allah adalah kerjakan apa yang ada pada kita bukan apa yg tidak ada pada kita. Meski itu hanya dua talenta tidak membuat kita tidak bisa menghasilkan sesuatu. Sikap yang sama harus dimiliki setiap orang, baik itu memilki talenta yang sedikit atau banyak adalah : Baik, Setia dan bertanggung jawab.
  • Bukan masalah berapa hasilnya tetapi mau menjalankan apa yang menjadi perintahnya.

18  Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
19  Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
20  Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
21  Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
22  Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
23  Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Dari pernyataan diatas ada beberapa prinsip Kerajaan Allah:

  • Ketakutan akan menghalagi kita mengami pertumbuhan.
  • Kita seringkali menguatirkan apa yang akan kita peroleh dari pada memikirkan apa yang sudah kita kerjakan.
  • Orang suka menyembunyikan potensi yang dimilki didalam: ketakutan, ketidak mampuan, keterbatasan2 dan hasil.
  • Tuhan itu luar biasa. Dia melihat semua kuantiti tanggung jawab itu berbeda dengan cara pandang kita. Kadang kala kita melihat lima talenta itu adalah perkara yg besar tapi dia berkata itu perkara kecil. Dan jika kita setia dalam perkara kecil itu dia akan memberikan kita perkara yang lebih besar.
  • Tuhan tahu kapasitas kita tetapi dia tidak mau berhenti disalah satu kuantiti & kualitas kapasitas tersebut.Tuhan ingin kita mengalami kenaikan level dalam kuantiti dan kualitas. Hingga dia berkata “aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.”
  • Setiap kita mendapatkan peningkatan dan tanggung jawab yg lebih besar adalah menjadi sukacita Tuhan juga.

–Gideon Kristian Sihombing–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s