Home

Kata komitmen seringkali menjadi bagian tersulit dalam hidup ini. Karena kata komitmen akan mucul disemua bagian kehidupan kita. Komitmen buat saya bukan untuk dipelajari tetapi untuk dilakukan. Namun demikian saya ingin berbagi prinsip didalam hidup yang berkomitmen.

Apasih arti sederhana kata komitmen?
Dari hasil search di Answer.com satu definisi kata komitmen yg simple yang saya suka:
“A pledge to do” atau” Sumpah untuk melakukan” atau “janji untuk melakukan.”

Kalau artinya sesederhana ini maka saya percaya semua orang pernah mengalami yang namanya komitmen. Hanya saja mereka berbeda2 mengalaminya : ada yg secara sadar melakukan itu ada juga yg tidak. Ada juga mereka lakukan dalam takaran yg kecil ada juga yg besar. Ada komitmen untuk jangka pendek atau jangaka panjang. Inilah prinsip sederhana dalam sebuah komitmen:

Pertama. Allah adalah pribadi yang paling pertama berkomitmen dalam hidup kita.

Ketika kita belum muncul didalam dunia ini saya percaya komitmenya adalah memberika masa depan yang diberkati: ” Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” — Yer 29:11

Komitemn Allah selanjutnya adalah membawa kita masuk kedalam kerajaanNya, Dia tidak berhenti sampai titik anda lahir dan dipelihara di bumi ini. Dia berkomitmen untuk memelihara anda sampai kedalam masuk KERAJAANNYA. Inilah komitmenya: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” — Yoh 3:16

Dan menjadi kesukaan kita Allah tidak berhenti disana, Dia berkomitmen untuk memeliahara posisi kita didalam KerajaanNya dan membawa kita kedalam kedewasaan rohani. Dia memberikan Roh Kudus sebagai penolong kita untuk hidup didalam KerajaaNya di bumu ini. Inilah komitmennya: “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” — Yoh 14:26

Kedua : Bagian kita untuk merespon Komitemen Tuhan dengan berkomitmen kepadanya.GIDEON-NINA-020

Respon kita adalah sama seperti sepasang calon pengantin yang membuat sebuah janji pernikahan dan saling merespon dengan mengucapkannya. Dan tidak berhenti sekedar mengucapkannya tetapi juga membuktikanya. Ketika kita membuktika komitmen kita seringkali kita harus menanggalkan hak kita, mengejar tujuan yg utama dan memikul beban. Seperti Tuhan Yesus katakan: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” — Mat 16:24. Saya teringat ketika beberapa hari saya menikah tiba-tiba saya mengalami sakit dan harus di operasi. Saya merasa sedih dikarenakan membuat suasana diwala pernikahan saya kurang menyenanagkan. Saya harus dirawat dirumah sakit selama seminggu dan istri saya menemani saya. Dia membantu saya saat tak mampu berdiri dan membantu untuk duduk atau kekamar mandi bahkan memakai pakaian. Dia harus menaggalkan rasa nyaman tidur di kamar dan mandi dikamar mandi yg nyaman bahkan dia beberapa hari tidak bekerja. Ketika rasa sakit itu muncul dia bersaha menenangkan saya dan membantu saya untuk melewati masa kritis tersebut. Disaat itu saya teringat janji pernikahan yang baru saja kami ucapkan beberapa hari lalu.
Saya belajar dari istri saya inilah arti sebuah komitmen. Komitmenya di uji diawal pernikahan kami. Dia telah menanggalkan haknya (rasa nyaman), mengejar tujuan yg utama (mengasihi suaminya) dan memikul beban (bergumul bersama).

Ketiga. Komitmen kita ditopang oeh Anugerah Tuhan.

Didalam hibup berkomitmen
tidak ada yang mampu tapi yang ada dimampukan.
tidak ada yang berhasil tapi diberi kemenangan.
tidak ada yang kuat tapi dikuatkan.
tidak ada yang bertahan tetapi di topang oleh anugerah Tuhan.

Setiap kita harus sadar bahwa kita ada kelemahan dan keterbatasan, tetapi lebih jauh dari kesadaran itu kita juga harus memiliki Iman bahwa Allah ingin kita berkomitmen didalam keterbatasa itu. Karena didalam kelemahan kita justru Tuhan akan semakin berkarya. seperti dikatakan: “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” 2 Kor 12:9

Dan sekalipun kita mengalami kegagalan didalam perjalanan hidup kita, percayalah bahwa Allah akan mengingat komitmenya untuk selalu mengasihi kita. Sebab ketika kita gagal dalam memegang komitmen dia menyatakan:
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” — 1 Yoh 1:9

Orang yang berkomitmen bukan berarti orang yang sempurna tetapi orang yang mau disempurnakan oleh Tuhan. Didalam keterbatasan, kita akan mengadalkan Tuhan untuk mencapai kegenapan dari komitmen. Seperti sebuah pujian berkata ”Kuberjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia.”

— Gideon Sihombing–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s