Home

ex-masturbator-shirt-22082-1233763796-7

1Korintus 6:13b,15b,16,18 :
“Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh …. Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak! Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? … Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.”

Sudah jelas dosa adalah perbuatan yang menyimpang dari kehendak, rencana atau tujuan Allah. Seseorang yang melakukan sesuatu yang keluar dari kehendak Tuhan maka dia telah berdosa.

Tubuh ini milik Tuhan karena diciptakan oleh Tuhan dan untuk Tuhan. Firman Tuhan tegas mengatakan “Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh”

Saya mengutip dari situs sabda.org: ” Istilah percabulan dibedakan dengan perzinahan. Percabulan atau ´porneia´, berasal dari kata ´porne´ yang berarti pelacur, kemudian dari kata tersebut dihasilkan istilah ´porno´ yang sering diasumsikan dengan hal-hal yang bersifat (penyimpangan) seksual dan terlarang. Sedangkan perzinahan atau ´moicheuo´ adalah percabulan yang menunjuk pada hubungan seksual yang dilakukan oleh pasangan yang belum berstatus menikah atau dengan seseorang yang berstatus menikah (Imammat 20:10; Yeremia 29:23; Hosea 4:13; Matius 5:32; 19:9).”

Sering kali kita mencari 1001 alasan untuk menyetujui perbuatan2 yg sudah jelas tidak sesuai dengan rencana Tuhan. Kita berusaha membuat sesuatu yg salah itu menjadi masuk akal atau normal untuk dilakukan. Untuk sikap tersebut dalam bahas inggris digunakan kata “rationalize” yang artinya “the process of constructing a logical justification for a belief” atau  “proses membangun  sebuah pembenaran  yang sesuai dengan akal / masuk akal untuk sebuah keyakinan/pandangan” Salah satu perilaku penyimpangan seksual yg di berikan banyak “alasan” agar terlihat normal dan dibenarkan adalah “masturbasi” atau “onani”. (http://id.wikipedia.org/wiki/Masturbasi)

Sejak hari senin kelas saya sedang mendiskusikan tema “Masturbasi atau onani.” Ada beberapa murid yg menceritakan bahwa mereka pernah melakukannya. Dan beberapa mengatakan bahwa mereka melakukan itu karena untuk menghilangkan stress, karena terangsang melihat wanita atau lagi marah. D

Mengapa seseorang tetap melakukan penyimpangan perilaku seksual ini? Salah satu alasan yg kuat menurut saya adalah dikarenakan orang itu terus “MERASIONALKAN” penyimpangan itu atau “membuat penyimpangan itu seperti normal. Alasan2 tersebut diambil mulai dari mitos2 sampai menggunkan pendapat2 “ilmiah”. Inilah yg sering terjadi ketika kita melakukan kesalahan dihadapan Tuhan, kita merasionalisasikan kesalahan kita dan membuat perbuatan kita seperti hal yang normal.

Mulailah berhenti mencari2 1001 alasan untuk penyimpangan kehendak Tuhan terhadap tubuh dan terimalah fakta dari Firman Tuhan dan katakan pada tubuh, jiwa dan roh anda Firman Tuhan ini:

“Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan

untuk Tuhan”

Dan mulai berhenti melakukan masturbasi atau onani sekarang!

Ex-masturbator

— Gideon Sihombing —

One thought on “1001 Alasan untuk masturbasi dan onani!

  1. Pingback: Ex-Slave – Lepas Dari Ikatan « My Idea & Your Idea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s