Home

gospel-cdbig

Pada hari minggu saya mendengar khotah di sebuah gereja. Pendeta yg berkotbah menyampaikan bahwa kalau jemaat mau mengalami penyertaan Tuhan, mereka harus pergi memberitakan injil. Dia mengambil dari injil matius 28 sebagai ayat dasar pesan yg disampaikan. Saya beberapa kali mendengar pesan seperti ini disampaikan dari atas mimbar ‘jika memberitakan injil pasti akan mengalami penyertaan Tuhan.’ ketika saya membaca dan meneliti  beberapa kali saya perhatikan bahwa kalimat penyertaan Tuhan itu bukan janji jika kita menginjili atau upah karena kita menginjili.

Perhatikan ayat2 berikut:

Matius 28:16Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.28:17Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.28:18Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.28:19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,28:20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Didalam konteks perikop tersebut terdapat banyak bagian diantaranya adalah Tuhan memerintahakan murid-muridnya untuk pergi ke salah satu bukit di daerah Galilea, Tuhan Yesus yg memberikan perintah (yg kita sebut amanat agung) kepada murid-muridnya.  Dan bagian terakhir dari perikop itu adalah “Penegasan Janji setia Tuhan: Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Dari kalimat terkahir di pasal 28 tersebut ada beberapa hal yang bisa kita pelajari:

  • Kalimat terakhir itu adalah kalimat peneguhan dari keseluruhan pasal dan tidak hanya berkaitan dengan amanat agung.
  • Kata “dan ketahuilah” memberikan makna:
  1. Sebuah penegasan.
  2. Sebuah konfirmasi.
  3. Sebuah pengingat.
  4. Sebuah penguatan.

Kalimat ini diucapakan dikarenakan Yesus Tahu disaat itu ada murid2nya yang ragu dan Dia tahu dimasa depan nanti ada juga jemaat yang takut melakukan Amanat Agug. Hingga Dia menegaskan”Ketahuilah, Aku menyertai kamu.”

  • Bahkan Dia menegaskan lagi dengan kata “senantiasa”, ini artinya peryertaan Tuhan ‘selalu’ atau ‘setiap waktu’ dan ‘setiap keadaan’ kita. Baik kita sedang setia dalam pelayanan ataupun disaat kita sedang lemah dalam mengikuti Tuhan, Dia tetap menyertai.
  • Sekali lagi Dia menambahkan pernyataan “Sampai akhir zaman” menjadikan penyertaan Tuhan itu setia dan selalu dalam masa2 yang sulit sekalipun. (Matius 24:1-21)

Dengan demikian jika ada pendeta yang “memerintahkan” jemaatnya pergi melakukan Amanat Agung dengan iming2 atau alasan agar jemaat di sertai Tuhan atau diberkati Tuhan maka pendeta itu “sedang lupa” arti kata “Immanuel.”

Penyertaan Tuhan kepada umatnya itu pasti terjadi karena itu adalah identitas dari Allah.  Manuel atau Emanuel adalah sebuah nama yang berasal dari bahasa Ibrani עִמָּנוּאֵלTuhan bersama kita”. Nama ini terdiri dari dua kata Ibrani: אל (El, artinya Allah) dan עמנו (Immanu, artinya dengan kita). Dalam agama Kristen nama ini juga dipakai sebagai salah satu nama Yesus Kristus.

Amanat agung adalah bagian identitas jemaat namun tidak semua jemaat otomatis mengerjakan sedangkan penyertaan Tuhan adalah identitas Allah yang  otomatis dikerjakan Allah atas umatNya yg sedang memberitakan injil ataupun tidak.

Jadi, lakukan Amanat Agung karena kita sadar bahwa kita selalu disertai dan di berkati Tuhan dan kita rindu setiap orang mengalami penyertaan Tuhan ini!

— Gideon —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s