Home

oakPada suatu hari seorang anak menemukan suatu biji kecil di pinggir jalan. Biji itu mungkin telah dijatuhkan oleh burung yang membawanya. Biji itu terletak di pinggir jalan dan tidak terlalu menarik, tak berharga.

Anak itu memungut biji tersebut hanya sambil lalu dan tidak dengan maksud tertentu. Ia membawa biji itu pulang. Ketika tiba di rumahna ia menjatuhkan biji itu di samping rumahnya. Biji itu jatuh di pinggir kolam.

Beberapa hari telah berlalu. Di tempat biji itu tumbuh sebatang tunas kecil. Makin hari tunas itu bertumbuh besar.

Anak itu kemudian pergi jauh bersekolah. Beberapa tahun kemudian ia kembali ke rumahnya. Ia terkejut, di samping rumahnya terdapat suatu pohon Ek besar yang sangat rindang dan menjadi tempat berteduh berbagai orang dan binatang di saat panas terik. Betapa indahnya pohon Ek tersebut.

Anak itu bertanya kepada orangtuanya. Dari mana datangnya pohon Ek tersebut, siapa yang menanamnya? Orangtuanya menjawab Engkau sendiri yang menanamnya. Engkau yang membawanya kemari dan menaruh di situ sebelum engkau pergi bersekolah.

Cerita ini memberikan illustrasi bahwa sesuatu yang besar terkadang mulai dari apa yang kecil. Jika anak itu tidak menanam biji tersebut maka tidak aka nada pohon yang besar dan rindang. Jika Allah mempercayakan kita jumlah yang besar tetapi kita tidak melakukan apapun terhadapnya maka kita sedang tidak melakuakan yang terbaik.

Sumber.

One thought on “Biji Yg Tak Berharga

  1. Pingback: Prinsip Penggembalaan Youth – Begin from What You Have « My Idea & Your Idea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s