Home

B. PERNIKAHAN KRISTEN

Ayat Hafalan:

“Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” (Kej 2:24)

Pernikahan adalah hubungan seumur hidup antara seorang pria dan seorang wanita. Pernikahan ini memuaskan beberapa kebutuhan. Menurut Anda manakah kebutuhan yang benar dalam pernikahan?

  1. kebutuhan akan mengasihi dan dikasihi,
  2. kebutuhan akan persahabatan yang dalam, untuk saling berbagi sebagai teman, dan untuk kebutuhan seks,
  3. kebutuhan untuk menghasilkan anak cucu,
  4. kebutuhan untuk lepas dari kesendirian.

Pernikahan seharusnya menjadi cerminan dari kasih yang juga mencerminkan kasih Allah.

Maksud Rencana Allah dalam pernikahan:

1. CITRA ALLAH

Untuk mengerti rencana Allah dalam pernikahan, kita harus memulai dengan maksud Allah yang sesungguhnya terhadap umat manusia seperti yang terdapat dalam Kej 1 dan Kej 2. Allah menciptakan kita sesuai dengan citra-Nya, berupa pria dan wanita Kej 1:26-27. Manusia adalah mahluk pribadi yang tidak seperti ciptaan yang lain. Kita memunyai kemampuan yang unik untuk berhubungan — hubungan dengan Allah dan hubungan antara satu dengan yang lain. Allah menghembuskan nafas kehidupan ke dalam manusia dan kita menjadi makhluk hidup. “Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kej 2:7). Sebagai manusia kita memunyai kemampuan untuk mencerminkan citra Allah yang memiliki sifat-sifat: berbelas kasihan, baik, sabar, mengasihi, berintelektual, kreatif dan mengampuni.

Hubungan pernikahan adalah jenis hubungan yang paling intim diantara semua jenis hubungan antar manusia. Pernikahan mencakup suatu penyatuan yang misterius dari dua pribadi yang terpisah dengan suatu cara yang khusus sehingga mereka menjadi satu. Seorang suami dan istri berhubungan satu dengan yang lain melalui pengalaman-pengalaman yang lebih luas dan bermacam-macam jika dibandingkan dengan orang lain. Hubungan ini menjadi istimewa karena terjadi dalam suatu batasan yang terbentuk dari suatu ikatan janji seumur hidup antara satu dengan yang lain. Pernikahan meliputi jangka waktu dari awal tahun kedewasaan, usia menengah, usia tua dan kematian. Tidak ada hubungan lain yang berkembang seperti ini yaitu hubungan yang penuh dengan kenangan. Hubungan dengan teman dan rekan sekerja penting, namun tidak ada hubungan yang melebihi hubungan pernikahan dalam hal keintiman.

Dikutip atas izin Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s