Home

nb: Perhatikan kalimat  yang di ‘bold’  & ‘Underline’

SURAT PENGGEMBALAAN
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI)
DALAM RANGKA PEMILIHAN PRESIDEN R.I. 2009

Saudara-saudara warga Gereja anggota PGI di mana pun berada, Salam dalam kasih Yesus Kristus Juruselamat dunia, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tanggal 8 Juli 2009 makin mendekat, dan kampanye Pilpres sedang  berlangsung. Kita bersyukur sebab demokrasi berada dalam proses pertumbuhan, kendati masih banyak hal yang harus dibenahi sehingga demokrasi tidak sekadar memenuhi prosedur yang ada, tetapi sungguh-sungguh memperhatikan dan merefleksikan nilai-nilai yang tercantum didalam Pancasila dan UUD 1945.

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Gereja-gereja anggotanya bukanlah partai politik atau organisasi yang menjalankan politik praktis, yaitu politik yang berusaha merebut kekuasaan dalam negara. Politik Gereja
(baca: PGI) adalah politik moral atau yang bertujuan menyampaikan pesan-pesan moral atau suara kenabian di tengah zaman.  Dalam kaitan itu PGI dan Gereja-gereja ikut bertanggung-jawab dalam kehidupan bersama didalam polis (negara) Indonesia.
Orang Kristen Indonesia sebagai bagian integral
bangsa harus mampu hidup bersama secara proaktif didalam masyarakat Indonesia yang majemuk.

Nabi Yeremia  menyampaikan kepada Umat Israel yang sedang berada dalam tawanan di Babilonia sebagai berikut:
“Usahakanlah kesejahteraan kota kemana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu” (Yer. 29:7). Atas dasar itu, kita tidak boleh bersikap pasif  menghadapi Pilpres ini, sebab agenda politik ini adalah salah satu upaya penting pembangunan politik bagi kesejahteraan bersama. Di dalam menghadapi Pilpres ini, kami ingin menyampaikan  pesan Alkitab bagaimana memilih seorang pemimpin: “Di samping itu kau carilah dari seluruh bangsa itu orang-orang  yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya dan benci kepada pengejaran suap…” (Kel. 18:21).

Maka berdasarkan hal-hal yang disebutkan di atas, kami ingin menyampaikan kepada saudara-saudara agar kita memilih Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pada Pemilihan Presiden yang akan datang dengan arahan-arahan sbb:

1.      Pemimpin yang kita harapkan ialah mereka yang cakap, yakni mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk mengatasi persoalan bangsa Indonesia terutama yang cakap dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat yang masih dihimpit oleh belenggu kemiskinan.

2.      Pemimpin yang kita cari ialah pemimpin yang takut akan Tuhan, yaitu pemimpin yang menjalankan tugasnya dengan mengandalkan kekuatan moral, menjauhkan diri dari kebohongan dan segala bentuk manipulasi politik.

3.      Pemimpin yang akan kita pilih ialah mereka yang dapat dipercaya yaitu mereka yang terbukti melakukan apa yang dia ucapkan. Telusurilah rekam jejak setiap kandidat sehingga saudara dapat mengetahui siapa dari antara
mereka yang dapat dipercaya dan siapa yang tidak.

4.      Pemimpin yang kita butuhkan ialah mereka  yang  benci kepada pengejaran suap yaitu mereka yang  selain jujur dan tidak korupsi, mereka juga harus bertekad untuk memberantas korupsi yang menghancurkan per-ekonomian Negara ini.

5.      Pemimpin yang kita akan pilih ialah mereka yang tetap mempertahankan Pancasila dan nilai-nilai yang ter-kandung di dalamnya sebagai acuan kehidupan ber-masyarakat, berbangsa dan bernegara. Presiden dan Wakil Presiden haruslah sungguh-sungguh mempunyai komitmen teguh kepada Pancasila, UUD 1945, Negara Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika (masyarakat majemuk, setara dan bersatu), dan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Dampak Pilpres 2009 ini tidak hanya untuk periode 2009-2014 saja, melainkan berdurasi sangat panjang yang ikut menentukan nasib bangsa kita di masa depan. Salah memilih berarti membawa bangsa ini kepada penyimpangan yang
berakibat fatal bagi kelestarian bangsa.

Kita memilih bukan hanya Presiden dan Wakil Presiden, melainkan juga bangunan koalisi yang ada di belakangnya. Saudara-saudara harus melihat dengan jeli manakah dari pasangan koalisi itu yang tidak secara jelas menjadikan Pancasila sebagai solusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, melainkan ideologi yang lain.

Saudara-saudara perlu memperhatikan sikap partai-partai politik selama ini yang tidak tegas menolak Undang-undang yang cenderung diskriminatif, seperti UU Pornografi dan  Perda-perda yang diskrimnitif di berbagai daerah.

Saudara-saudara juga perlu jeli untuk melihat bagaimana sikap partai-partai politik terhadap kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia selama 4-5 tahun terakhir ini. Apakah golongan Kristen misalnya di beberapa tempat mempunyai kebebasan untuk mendirikan gedung-gedung ibadah atau malah sering dihambat, sedangkan tindakan konkret Pemerintah hampir tidak terlihat.

Pada akhirnya kami ingin menyatakan bahwa visi pembangunan bangsa kita bukan hanya untuk lima tahun mendatang, melainkan jauh melampauinya. Maka yang terutama adalah bagaimana membangun sistem demokrasi yang sehat, bukan sekedar kalah/menang dalam Pilpres.

Kiranya Tuhan membimbing saudara-saudara di dalam menentukan pilihan yang
tepat bagi bangsa ini. Tuhan menyertai saudara-saudara.

Jakarta, Medio Juni  2009

Atas nama,
Majelis Pekerja Harian
Persekutuan gereja-gereja di Indonesia

2 thoughts on “Kriteria Capres pilihan orang Kristen! – Urgent –

  1. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    secara sempurna dan menyeluruh.
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

  2. Bangsa ini sepakat bahwa dasar negara ini harus dijalankan atas dasar UUD 45 dan pancasila. Saya pikir kita harus menyadari Indonesia milik semua golongan dan agama maka tidak bisa satu ideologi agama apap pun di indonesia ini yang akan di unggulkan. Karena jika satu ideologi agama yg di unggulkan maka pihak agama lain akan merasa mampu juga. Lalu kalau begitu dimana Persatuan dan kesatuan? Semua agama di indonesia memiliki tujuan utnuk membangun Indoesia raya bukan membangun agamanya saja. Tidak mengedepankan kepentingan golongannya tetapi kepentingan bangsa. Hingga Pemerintahan, perekonomian, hukum, pendidikan, kemanan dll tidak berpihak tetapi melihat semua rakyat Indonesia adalah sama, anak-anak bangsa. Saya sendiri kurang setuju jika agama saya dijadikan ideologi dasar negara ini, bukan karena saya tidak percaya tetapi karena saya menghormati keberbedaan kita. Agama akan menjadi pagar dalam kita berpikir dan merasa dan penerapannya kita akan mengedepankan bhineka Tunggal Ika. Dengan demikian saya simpulkan kita harus memiliki hati dan pikiran yang suci seperti ajaran agama masing2 dan memiliki tindakan dan sikap yang satu untuk membela, membangun dan menjaga indonesia. Merdeka!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s