Home

Cerita gadis bijaksana itu bukan hanya bicara mengenai akhir zaman atau kedatangan Yesus tetapi juga bercerita mengenai orang-orang yang telah selesai melakukan Tugasnya dengan komplit.

Persekutuan Punisher (memaksakan program dan rencana) akan menjadi seperti ini : menghabiskan kekuatan rohani dikarenakan kita terlalu di sibukan dengan perkara-perkara yang “tidak sesuai” dengan rencana Kerajaan Allah. Banyak persekutuan pemuda yang “bermodal” yang cuma bikin KKR demi KKR didalam gereja tetapi tidak pernah memuridkan (biar kelihatan eksis katanya :P), mereka jago untuk mengumpulkan masa yang banyak tetapi setelah itu?? mereka habiskan energi hanya untuk membesarkan nama denominasinya atau komunitasnya. Akhirnya mereka menjadi JAGO kandang! Lupa yah kalo Tuhan panggil kita untuk pergi keluar dan menjadi terang, memuridkan dan menjadikan mereka murid Kristus bukan murid gereja anu atau murid Ketua Youth anu atau murid Pdt ini.

Ada juga Punisher (Menhakimi orang lain/sistem/diri sendiri) Persekutuan pemuda yang merasa kecil (kualitas/ jumlahnya) dan mereka menghabiskan energi mereka dengan mengasihani diri mereka sendiri atau takut untuk bertindak untuk generasi mereka (Seakan-akan Kerajaan Allah hanya dapat ditunjukan kalo punya masa dan uang banyak). Saya sering mendengar rekan2 pengurus pemuda yang kegiatannya gak didukung sama gembala atau majelis gereja. Mereka mengeluh, “menyalahkan” sistem dan “menghukum” sistem tetapi mereka tidak datang sama Tuhan untuk menyerahkan perkara itu. Mereka gak bangkit dan berkata “Umat yang mengenal Allahnya akan menjadi Kuat dan bertindak.” Mereka malah bilang “kita bisa bertindak kalo didukung sama gembala.” Bah!


Kadang kita lupa untuk datang menantikan Tuhan untuk mendapat kekuatan baru dan Inspirasi ilahi agar dapat melangkah kembali. Kita terlalu nyaman dengan keadaan atau kita terlalu takut untuk membayar harga dalam ikut Tuhan. Akibatnya kita tidak menyelesaikan Tugas panggilan kita.

Sikap dari lima gadis bijaksana adalah sikap Finisher mereka memiliki paradigma yang dewasa, sikap yang menyiapkan diri dengan standard Tuhan (pelita dan minyak), mengenal waktu Tuhan (kairos), waktu bertindak (Dunamis), bertahan dan setia  didalam penantian serta sebuah proses yang panjang menuju penggenapan visi.

Kita harus bijaksana dalam menggunakan kekuatan rohani yang ada didalam diri kita bijaksana dengan menjadi efesien dan efektif. Efesien berarti sadar “musim” atau “waktu”nya Tuhan kapan kita harus mulai bertindak. Tidak hanya berencana tetapi tidak melakukan sesuatu. Efektif berarti tahu apa yang Tuhan mau lakukan dimasa ini buat generasi ini dan menjadi kreatif untuk kemuliaan Tuhan. Kita mungkin menjadi lemah sehingga tertidur dan menjadi lengah tetapi jika kita berjaga-jaga dan bergantung dan menyerahkan perkara ini kepada Tuhan maka DIA yang setia akan memberikan kita kekuatan baru.

Persekutuan atau pribadi “Finisher”  akan mendahulukan perubahan paradigma (roma 12:2) dibandingkan perubahan penampilan, lebih  memperhatikan memuridkan generasi dibandingkan meramaikan generasi dengan event2, Lebih berdampak  diluar gedung gereja dibanding didalam gedung gereja.

“Generasi yang mengenal Allahnya akan menjadi Kuat dan bertindak.”

– Gideon–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s